Berita

Halal Bihalal di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Tradisi Pererat Nilai-Nilai Keislaman

Ponorogo – Kegiatan halal bihalal di SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme tinggi dari seluruh siswa. Sejak pagi hari, para siswa telah memadati aula lapangan sekolah untuk mengikuti kegiatan yang menjadi bagian dari tradisi pasca-Idul Fitri tersebut.
Di bagian depan, para bapak dan ibu guru berbaris rapi menyambut para siswa untuk saling bersalaman sebagai bentuk saling memaafkan. Tradisi ini menjadi simbol kuatnya nilai ukhuwah Islamiyah yang terus dijaga di lingkungan sekolah. Suasana hangat, penuh keakraban, dan kekeluargaan pun terasa begitu kental, memperlihatkan keharmonisan antara guru dan siswa.
Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Bapak Anton Mukminin, M.Pd selaku pemandu acara yang dengan tertib memandu jalannya kegiatan dari awal hingga akhir. Acara kemudian dilanjutkan dengan amanat dan sambutan dari Kepala SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo, Bapak Sugeng Riyadi.
Dalam amanatnya, beliau menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri serta permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh warga sekolah. Beliau juga mengajak seluruh siswa untuk menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik awal dalam memperbaiki kualitas diri menjadi pribadi yang lebih baik setelah menjalani ibadah di bulan Ramadhan.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai kebaikan yang telah dibiasakan selama bulan suci Ramadhan, seperti disiplin dalam beribadah, menjaga lisan, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama, hendaknya tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir. Selain itu, beliau juga mengingatkan agar para siswa senantiasa menjauhi perbuatan-perbuatan yang tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.
“Semoga di hari yang fitri ini dosa kita semua diampuni oleh Allah Ta’ala dan kita menjadi pribadi yang kembali fitrah di jalan-Nya,” tuturnya.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Fahrur Rozi. Dalam penyampaiannya, beliau menjelaskan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi, melainkan memiliki makna mendalam sebagai sarana untuk membersihkan hati dan mempererat tali persaudaraan.
Beliau juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antarsesama manusia setelah bulan Ramadhan, serta menjadikan Syawal sebagai momentum untuk melanjutkan kebiasaan baik yang telah dibangun.Ia juga menambahkan bahwa menjaga silaturahmi merupakan kunci dalam menciptakan kehidupan yang harmonis, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
“Jika kita mampu menjaga hati, memperbaiki hubungan dengan sesama, dan terus meningkatkan ibadah kepada Allah SWT, maka insyaAllah kita termasuk orang-orang yang kembali fitrah dan mendapatkan keberkahan,” tambahnya.
Antusiasme para siswa terlihat jelas saat mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib dan penuh perhatian. Momen halal bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana refleksi diri serta penguatan karakter Islami di lingkungan sekolah.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan seluruh warga SMA Muhammadiyah 1 Ponorogo dapat terus menjaga nilai-nilai kebersamaan, meningkatkan keimanan, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *