Antusiasme siswa kelas X tampak sejak memasuki kawasan Museum Sangiran Klaster Ngebung. Museum ini menjadi lokasi pertama yang dikunjungi dalam rangkaian kegiatan Kolaborasi Pembelajaran Luar Kelas, yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa.
Setibanya di lokasi, para siswa menikmati sarapan yang telah disiapkan oleh guru pendamping. Setelah itu, siswa diajak berkeliling museum sembari mendapatkan penjelasan mengenai berbagai koleksi dan bagian yang ada di Museum Sangiran.

Beberapa ruang yang dikunjungi antara lain ruang diorama, ruang pameran 1, ruang pameran 2, dan ruang pameran 3. Di setiap ruangan, siswa mempelajari gambaran kehidupan manusia purba, proses evolusi manusia, serta berbagai temuan fosil dan peninggalan arkeologis dari kawasan Sangiran yang telah mendunia.
Salah satu siswa kelas X-6 MIC, Immawati Zalya Fairuz Nadhifah, mengungkapkan rasa senangnya mengikuti kegiatan kolaborasi pembelajaran tersebut.
“Senang sekali, I got many experiences. Mulai dari mempelajari sejarah manusia purba di Museum Sangiran dan menemukan banyak fakta menarik yang sebelumnya belum aku ketahui. Di Pasar Klewer, kami juga belajar proses tawar-menawar dan bernegosiasi yang ternyata tidak semudah mendapatkan harga yang kita inginkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan kolaborasi pembelajaran ini memberikan banyak manfaat bagi siswa.
“Manfaat dari kolaborasi ini adalah kami mendapatkan berbagai ilmu, terutama tentang sejarah nenek moyang kita, proses negosiasi, dan jual beli di pasar, serta masih banyak ilmu lainnya. Semoga kolaborasi tahun depan bisa lebih berkesan dan lebih seru lagi, meskipun tugas-tugas tetap menunggu,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata yang mampu memperkaya pemahaman, wawasan, serta keterampilan sosial mereka.
Penulis : Jennyfa




